Entri Populer

Pandangan Tentang IPS

Rabu, 15 Desember 2010

Saya adalah siswi SMA Negeri 1 Purwosari kelas XI IPS. Awalnya, saya ingin memilih jurusan Language Program, karena saya merasa memiliki nilai plus pada pelajaran b. Indonesia dan b. Inggris. Namun keluarga menyarankan saya untuk memilih antara IPA atau IPS. Dengan penuh pertimbangan, saya memilih IPS. Mengapa saya memilih IPS, karena saya lemah dalam hal menghitung. Matematika dengan bentuk-bentuk variabel apalagi logaritma, dan kimia dengan atom maupun unsur-unsurnya yang sulit saya masukkan alam bawah sadar saya. Sabelumnya, saya merasa cemas dan khawatir, takut terpengaruh hal-hal buruk siswa IPS yang katanya “urakan”.
Keluarga saya, terutama ayah saya awalnya kaget karena dengan sendirinya saya mengambil jurusan IPS padahal beliau sendiri lulusan S1 fak. ekonomi, termasuk tetangga-tetangga di rumah, dan beberapa teman di sekolah. Saya yakin mereka sudah berfikiran buruk dengan IPS selama ini. Lain halnya dengan Pakdhe saya, beliau seorang dosen fakultas ekonomi di salah satu Universitas Negeri di Malang, beliau mendukung saya penuh untuk jurusan ini. Saya tidak boleh goyah, apalagi menyeasal. Sekarang dunia saya adalah IPS, apapun yang terjadi saya harus tetap menjadi yang terbaik di dunia saya. Meskipun bukan best of the best. Sayapun berpinsip, lebih baik menjadi ikan lohan di kolam, daripada ikan lohan di lautan.
Seiring berjalannya waktu, saya merasa tidak ada yang buruk dari IPS, namun juga tidak ada yang begitu istimewa. Saya menyesal, kenapa Olimpiade Kebumian saja, yang lebih mengarah ke Geografi, yang diambil untuk mewakili sekolah adalah anak IPA, dan saya mulai kecewa ketika seorang teman (IPA) berkata “Tadi di kelas ada pelajaran Matematika dan ada siswa yang tertidur, gurunya marah-marah, kata beliau kalo mau tidur masuk kelas IPS sana!! Gitu..”, rasanya saya menelan ludah yang berupa kerikil. Namun, Saya selalu semangat setiap mengingat kalimat yang pernah disampaikan oleh guru fisika, Pak Joko, “ Jurusan IPA dan IPS itu sama saja. Masing-masing punya plus dan minus. Untuk yang ingin memilih IPS, maupun jurusan yang lain jangan ragu. Anggota DPR di pemerintahan Indonesia saja, labih dari 50% adalah lulusan IPS.”.
Sebuah sikap diskriminatif ternyata masih ada di zaman yang modern ini. Di sekolah saya, untuk memilih jurusan, disesuaikan dengan minat dan bakat melalui psikotest, bukan karena prestasi atau nilai raport. Tapi ternyata, juga ada sedikit sikap diskriminatif. Namun saya yakin, kebijaksanaan guru-guru di sekolah saya, maupun sekolah lain sangatlah mantap, tidak ada sikap diskriminatif, dan menganggap IPS juga tidak kalah pentingnya untuk bekal masa depan. InsyaAllah, Semoga!
Pelajaran pada jurusan IPS difokuskan pada:
• Geografi: mempelajari tentang kenampakan-kenampakan di bumi.
• Sosiologi: mempelajari tentang hubungan manusia dengan individu atau kelompok di masyarakat.
• Ekonomi: mempelajari tentang kalkulasi-kalkulasi materi.
• Sejarah (juga dipelajari di LP dan IPA, namun spesifikasi di IPS): Mempelajari tentang sesuatau yang pernah terjadi, bersifat unik hanya terjadi sekali, dan berdampak untuk masa kedepannya.
Dari empat poin diatas, bukannya kita tahu bahwa pelajaran-pelajaran tersebut adalah pelajaran yang pasti, dan secara otomatis kita terapkan di kehidupan kita sebagai manusia yang hidup di alam, sebagai zoon politicon, sebagai makhluk yang tidak dapat hidup tanpa materi, dan manusia yang tentu menghargai bangsanya separti kata Bung Karno “jas merah”. Jadi untuk yang selama ini yang mungkin gengsi di IPS, atau meremehkan IPS. Cobalah kita pehatikan pelajaran-pelajaran yang dipelajari didalamnya. Menurut saya pelajaran-pelajaran itu alah pelajaran yang asyik.
Bagi sikap diskriminatif. Membuat saya teringat pada suatu masalah sosial di Amerika. Diskriminasi antara kulit hitam dan kulit putih, ras kulit hitam begitu dikucilkan dan dianggap rendah. Begitu setelah diskriminatif itu dicabut dari permukaan Amerika, ras kulit hitam mulai mengeksplore kemampuannya, dan menunjukkan jati dirinya. Mulai dari Rihanna seorang singer degnan hits Cry, dan Mr. Barack Obama, Presiden AS saat ini. Luar biasa bukan?. Bisa jadi, keterpurukan beberapa siswa-siswi IPS selama ini, karena sikap diskriminasi yang dilakukan orang-orang sekelilingnya selama ini, sehingga bisa jadi mereka tidak memberi kesempatan sedikitpun. Mampukah kita bercermin?.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2009 Grunge Girl Blogger Template Designed by Ipietoon Blogger Template
Girl Vector Copyrighted to Dapino Colada